Nasional

Dorong Masyarakat Indonesia Berinovasi, PPI Singapura Sukses Gelar Seminar

SINGAPURA, BKM–Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Singapura sukses menggelar seminar bertajuk “How to be an Innovative Enterpreneur in this digital Era”, di KBRI Singapura, Sabtu (27/1).

Hadir sebagai pembicara yakni, Jonathan End (head of social media go-jek), Muhammad Fikri (head of management bukalapak), dan Andreas Senjaya (co-founder dan CEO igrow).

Peserta yang hadir dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang bermukim di Singapura sangat antusias mendengarkan pemaparan dari narasumber.

Sekjen PPI Singapura Imam Fauzan Uskara memgatakan, kegiatan yang digelar sangat penting untuk mengubah paradigma masyarakat Indonesia terkait lapangan kerja yang dianggap sempit.

“Acara ini bertujuan untuk merubah mindset masyarakat indonesia khususnya di singapura dari yang awalnya selalu berfikir untuk mencari lapangan kerja, untuk berfikir menjadi bagaimana caranya membuka lapangan kerja,” ungkap, mahasiswa James Cook University Ini.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Aisyah Endah Palupi turut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Sekjen PPI Imam Fauzan. Serta melibatkan ketua pelaksana Gabriele Seraphine Prawira, dan para panitia dalam melaksanakan kegiatan.

Aisyah Endah juga berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak lupa dengan negara tercinta.

“Bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri agar tidak lupa akan tanah air, toh meskipun kuliah di luar negeri dan indonesia tidak meminta untuk kembali, tapi harus sadar kalau tiap mahasiswa punya “utang” pada negara,” tuturnya saat memberi sambutan di hadapan para hadirin.

Sementara itu, salah satu pemateri, Muhammad Fikri dari Bukalapak menyampaikan kepada para peserta untuk berani melakukan inovasi. “Jadi untuk anak muda jangan takut gagal, dan harus berani melakukan inovasi,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Fikri, trend belanja online semakin meningkat dengan kemajuan teknologi di era digital. Sehingga peluang untuk mengembangkan bisnis sangat terbuka lebar. (**)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top