Kriminal

Lima Tersangka Curanmor Lintas Daerah Diringkus

Rilis kasus lima tersangka kasus curanmor lintas daerah di Mapolres Gowa.

GOWA, BKM — Tim Anti Bandit Polres Gowa kembali berhasil meringkus lima penjahat lintas daerah. Kelima penjahat itu yakni IN (25) asal Barombong, RD (20), asal Galesong Selatan, DB (30) Bontonompo Selatan, S0 (37) asal Bajeng Barat dan SG (54) asal Galesong Utara (penadah).

Kelimanya diringkus, Jumat (2/2/2018) pukul 10.00 Wita di Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar oleh Unit Resmob Anti Bandit Res Gowa dipimpin Kanit Resmob, Ipda Emil Fachmi Makmur.

Awalnya, Tim Anti Bandit mengamankan dua orang yakni S0 dan SG. kedua orang ini merupakan penadah dari hasil curian dari para pelaku. Barang bukti yang diamankan dari kedua penadah ini berupa 11 unit sepeda motor berbagai merk, dua bilah parang dan satu handphone.

Saat ini pelaku dan barang bukti tersebut dalam pengamanan petugas Resmob Anti Bandit Polres Gowa, guna penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat merilis kasus curanmor yang disertai curat dan curas ini di halaman Mako Polres Gowa, Rabu (6/2/2018) menjelaskan para pelaku melakukan aksinya mencuri kendaraan dengan modus operandi merusak lebih dahulu sepeda motor yang jadi sasaran dengan menggunakan kunci T. Sementara saat beraksi melakukan pencurian dengan pemberatan (curat), kawanan ini merusak rumah atau toko yang menjadi target dengan mencungkil pintu dan jendela kemudian masuk mengambil barang berharga milik korban.

“Dari para tersangka ini mereka memiliko riwayat kejahatan sebanyak 12 kalo di tempat berbeda di tahun 2017 lalu. Sebenarnya ada sembilan pelaku telah kami identifikasj namun baru lima orang berhasil ditangkap sedang empat orang lainnya masing-masing LL, TB, Na dan TM berstatus buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO),” terang Shinto.

Selain memproses lebih lanjut kelima tersangka, tambah Shinto, penyidik pun menetapka persangkaan kepada IN, RD dan DB Pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara subs Pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman hukuman minimal tujuh tahun penjara. Sementara pelaku SO dan SG dipersangkakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman podana empat tahun penjara.

Kapolres Shinto pun mengimbau kepada para korban yang merasa pernah menjadi korban curanmor dan curat maupun curas agar melapor ke polisi. (saribulan)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top