Gojentakmapan

Sebut Ada Mitra Pengacau, Aktivis Mahasiswa Takalar Demo Eksekutif

APMI saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut Resimen 22 segera meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut ada pengacau di Takalar.

TAKALAR, BKM–Puluhan orang mengatasnamakan diri aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (APMI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Takalar. Mereka menuntut anggota Resimen 22 (R22) segera dimintai klarifikasinya atas pernyataan yang menyebut adanya mitra pemerintah yang dianggap pengacau.

“Kami meminta pihak Resimen 22 memberi klarifikasinya terkait pernyataannya di salah satu media online lokal yang menyebutkan ada mitra pemerintah sebagai pengacau. Karena dengan statement itu, tentu telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Rifai Jayandi, Jendral Lapangan Aksi, Jumat (9/2).

Usai menggelar orasi di depan kantor Bupati Takalar dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak pengamanan, APMI melanjutkan aksi di depan Mapolres Takalar.

“Pihak Resimen 22 harus meminta maaf atas pernyataan tersebut dan kami meminta kepolisian segera memeriksa Resimen 22. Ketika tuntutan kami tidak dipenuhi aksi unjuk rasa secara besar besaran akan kami laksanakan kembali,” kata penanggung jawab aksi, Muh Asman.

APMI membubarkan diri secara teratur, setelah Polres Takalar melalui Kaur Ops Reskrim, Ipda Bahtiar menerima aspirasi dan tuntutan para pendemo.

” Kami secara aturan dan prosedural belum menerima laporan resmi terkait pernyataan Resimen 22 yang menyebut ada mitra pemerintah pengacau, meski demikian, Kami tetap berada digaris depan menjaga stabitas daerah,” tandas Ipda Bahtiar. (ari Irawan)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top