Berita

Dewan Lakukan Monitoring dan Evaluasi, Terima Keluhan Nelayan

MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Sulsel melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada dinas atau mitra kerja, Minggu dan Senin, 11-12 Februari 2018.

Sejumlah anggota dewan melakukan monev pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jalan Vetran Selatan, Makassar.

Dinas yang sudah memanfaatkan gedung baru hasil rehabilitasi dengan menggunakan APBD tahun 2017 sebesar Rp19 miliar lebih.

Hanya saja dari hasil Monev yang dilakukan tersebut, terungkap bila Dinas tersebut masih kekurangan anggaran khususnya untuk pengadaan barang atau mobilier dan interior termasuk pengadaan alat pendingin ruangan.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatam Hewan, Hermawaty mengakui bila ruangan kerja masih panas lantaran keterbatasan alat pendingin ruangan.

“Iya ac nya masih terbatas sehingga ruangan masih panas,”ujar Hermawaty dihadapan anggota dewan seperti   Imbar Ismail dan Andi Yusran Paris dari komisi B, tiga dari komisi C masing-masing Hoist Bactiar, Usman Lonta dan Hengki Yasin serta satu dari  komisi D yakni  Andi Hery S Attas serta dari Komisi E Nupri Basri.

Hermawaty menjelaskan bila pihaknya telah mengajukan anggaran untuk interior, pengadaan AC termasuk rehab gedung b untuk pegawai termasuk untuk area perparkiran.

“Adapun usulan pengadaan yakni sebesar Rp37 miliar. Dan rencanyanya gedung dinas akan diresmikan pada Maret mendatang,” ujanya.

Tahun 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapat kucuran anggaran sebesar Rp75 miliar, 19 miliar diperuntukkan untuk rehab gedung.

“Untuk pekerjaan rehab kantor pada pembangunan 2017 dikerjakan oleh Cv Ady Karya,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, para wakil rakyat ini mengunjungi tempat pendaratan ikan di Beba kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Minggu (11/2/2018).

Kedatangan wakil rakyat ini sekaligus untuk menerima aspirasi terkait keluhan para nelayan yang butuh tanggul dan pemecah ombak.

“Nelayan juga tak bisa menyandarkan kapal ikannya karena dermaga dalam sehingga harus menarik perahunya di pesisir yang agak jauh dari dermaga,” pungkasnya. (*)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top