Berita

Kasus Mantan Bupati Takalar Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

MAKASSAR, BKM — Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, melimpahkan berkas perkara tersangka mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, terkait kasus dugaan korupsi penjualan lahan milik negara, di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Berkas perkara tersangka Burhanuddin Baharuddin dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar untuk memasuki tahap persidangan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin membenarkan pelimpahan berkas perkara kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor Makassar, untuk segera disidangkan.

Tak hanya berkas perkara saja yang dilimpahkan oleh JPU. Tim JPU juga turut menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus tersebut.

“Hari ini JPU-nya sudah melakukan pelimpahan kasus tersebut ke Pengadilan,” ujar Salahuddin, Senin (12/2/2018).

Salahuddin menuturkan, dengan telah dilimpahkannya kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor Makassar. Tentu saja kata Salahuddin, penanganan perkara tersebut telah menjadi kewenangan hakim pengadilan dan bukan lagi menjadi kewenangan Jaksa.

Tim JPU menurut Salahuddin, tinggal menunggu jadwal waktu persidangan perkara tersebut digelar.

Diketahui, tersangka mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menyalahgunakan wewenang, dengan mengeluarkan ijin prinsip kepada PT Karya Insan Cirebon, untuk menggunakan lahan yang terletak di Desa Laikang dan Punaga sebagai Zona industri berat.

Padahal berdasarkan SK Gubernur, lahan tersebut adalah lahan milik negara, yang diperuntukkan sebagai lahan transmigrasi.

Berdasarkan ijin prinsip yang dikeluarkan Bupati (tersangka), Camat Mangarabombang, Kepala Desa Laikang dan Seksertaris Desa Laikang, menjual lahan tersebut kepada PT Karya Insan Cirebon, dengan modus seolah-olah tanah tersebut milik masyarakat.

Dari total luas laha 3.806,25 hektar, lahan yang sudah terjual diperkirakan seluas 150 hektar. Berdasarkan hasil audit, kerugian negara yang ditimbulkan dari hasil penjualan lahan tersebut mencapai Rp17 miliar lebih.  (rahmat)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top