Gojentakmapan

36 Bulan Penjara Untuk Pelaku Politik Uang

GOWA, BKM — Ketua Panwaslu Kabupaten Gowa, Suharli menegaskan bahwa ancaman hukuman 36 bulan penjara bagi pelaku politik uang dalam Pilgub Sulsel yang akan berlangsung, 27 Juni mendatang.

Penegasan itu disampaikan Suharli pada deklarasi bersama menolak dan melawan politik uang serta politisasi sara yang digelar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gowa di Hotel Swiss Bell In Makassar, Rabu (15/2/2018).

Suharli mengingatkan, para kandidat maupun pendukung kandidat agar jangan sekali-kali melakukan politik uang.

“Ingat, ancaman hukuman penjara selama 36 bulan atau tiga tahun akan anda jalani. Sekali lagi kami ingatkan agar tidak ada pihak-pihak manapun yang bermain politik uang,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan dukungannya terhadap kinerja Panwaslu sebagai pengawas pemilukada di daerah ini.

“Kalau hari ini kita memiliki komitmen menolak politik uang, maka saya sangat setuju jika politik uang tersebut dihilangkan,” tandas Adnan di atas podium.

Adnan menegaskan, komitmen bersama ini akan menjadi kunci bagi semua pihak dan bangsa ini secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari politik transaksional dan penggunaan ‘Sara’ dalam kampanye Pilkada.

“Mari kita ajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas, karena sekarang sudah bukan lagi jamannya menciptakan dan mempertahankan pemilih tradisional, dalam artian tidak menggunakan politik uang dan Sara dalam mempengaruhi pemilihan pemilih,” kata bupati.

Adnan juga mengajak masyarakat untuk tidak melihat dari sisi agama, suku dan ras serta tidak melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan Sara.

Hadir dalam deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan tolak politik uang yakni Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, Ketua KPUD Gowa, Zainal Ruma, para pimpinan Parpol,  LO pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel. (saribulan)

Comments
Social Media Berita Kota
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2018 Berita Kota.

To Top