Wisata Sejarah Loji Gandrung Yang Pernah Dikunjungi Presiden Soekarno

by Gozy Filhaq
Loji Gandrung - IG

BERITAKOTA.CO.ID – Wisata Sejarah Loji Gandrung Yang Pernah Dikunjungi Presiden Soekarno Kota Solo memang menjadi salah satu kota yang banyak sekali lokasi wisata yang bersejarah bagi Indonesia malahan pemerintah setempat kerap memoles kawasan lokasi wisata tersebut dengan sangat mengesankan padahal sebelumnya pernah terlupakan menjadi sebuah objek wisata di tanah air. Banyak sekali Bangunan peninggalan zaman Belanda yang memang tidak terurus akan tetapi sekarang ini terus dipercantik dan selanjutnya dibuka untuk umum sebagai sarana wisata yang memperkenalkan sejarah tempo dulu yang penuh history dan salah satunya adalah lokasi wisata yang pernah dikunjungi oleh Presiden RI pertama yaitu Soekarno bernama Loji Gandrung.

Loji Gandrung adalah destinasi wisata sejarah yang menjadi salah satu tempat yang pernah dikunjungi oleh Presiden Soekarno dimana pada awalnya rumah bekas pengusaha perkebunan Belanda bernama Johannes Augustinus Dezentje hanyalah rumah pribadi akan tetapi sekarang ini pemerintah Kota Solo langsung menjadikan area tersebut sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di kota Solo dimana dahulu kala, gedung Loji gandrung beralih fungsi menjadi rumah dinas Walikota Solo.

Sejarah singkat Loji Gandrung

Bagi anda semua yang belum mengetahui terkait sejarah Loji Gandrung, maka pada artikel kali ini kami akan memberikan informasinya untuk anda semua. Loji Gandrung pada mulanya adalah rumah yang dimiliki seorang yang berkebangsaan Belanda bernama Johannes Augustinus Dezentje dimana rumah tersebut dibuat pada tahun 1830, sang pemilik rumah merupakan seorang pionir perkebunan Belanda di area Surakarta sehingga dikenal sebagai tuan tanah di Ampel dan Boyolali.

Tinus adalah anak pria dari pasangan August Jan Casper Dezentje dan Johanna Magdalena Kops di mana sang ayah merupakan seorang pengawal Raja kasunanan Surakarta Hadiningrat yang mempunyai pangkat Letnan di tahun 1816, sang ayah menyewa tanah apanage milik kasunanan yang selanjutnya diwariskan kepada Tinus dan diketahui apabila Tinus resmi menikah dengan Johanna Dorothea Boode pada tanggal 23 Oktober 1814 dan ia pun bersama anak tercinta tinggal di Loji Gandrung.

Loji Gandrung - IG
Loji Gandrung - IG

Kata Gandrungan diambil dari bahasa Jawa yang artinya dasar gandrung yang mempunyai arti sangat rindu akan kasih sayang, tergila-gila akan Asmara, atau menambahkan seseorang. Sehingga gandrungan mempunyai arti orang yang sedang mengalami Kasmaran di mana Loji mempunyai arti rumah yang besar sehingga arti sebetulnya dari Loji Gandrung yaitu seseorang yang merindukan di rumah besar.

Spot wisata loji Gandrung

Bagi para pengunjung yang baru pertama kali mendatangi lokasi ini maka mereka akan disuguhi dengan sebuah bangunan rumah dengan arsitektur Belanda di mana desain arsitektur indis dengan memadukan antara Hindia Belanda yaitu perpaduan budaya Eropa dengan budaya Jawa akan terasa ketika kalian semua melihat rumah tersebut.

Loji Gandrung sendiri didesain oleh arsitek Belanda bernama C.P Wolff Scoemaker di tahun 1830 dan sampai sekarang bangunan ini masih utuh dan sangat bagus. Ketika kalian berada di dalam ruangan maka akan melihat sebuah patung pria yang memakai baju dengan memiliki banyak kantong di mana desain ini adalah sosok Jenderal Gatot Subroto yang pernah menjadikan area rumah sebagai tempat menyusun strategi penyerangan kepada Belanda.

Selanjutnya di lokasi loji gandrung yang mempunyai luas bangunan sekitar 3.500 m2 kalian akan melihat sebuah kolam dan air mancur yang sangat indah yang terdapat juga sejumlah Arca pewayangan dan unggas peliharaan.

Salah satu ciri khas yang nantinya akan kalian temukan ketika berwisata sejarah di Loji Gandrung yaitu adanya menara semu selanjutnya di bagian atap terdapat jendela kecil dan juga mahkota yang ada di bagian depan yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan selanjutnya di bagian desain atap memakai gaya lokal dengan daerah tropis yang disusun dari rangkaian kayu jati yang mempunyai kualitas bagus sehingga terjaga sampai sekarang.

Loji gandrung mempunyai 2 kamar tidur satu kamar digunakan Walikota Solo dan selanjutnya satu kamar lagi pernah digunakan oleh presiden insinyur Soekarno malahan dikabarkan apabila Bung Karno kerap sekali beristirahat di kamar tersebut ketika berkunjung ke kota Solo.

Di bagian teras belakang kalian bisa melihat sebuah ruang kerja walikota dan selanjutnya di bagian belakang ruangan terdapat pendopo yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan dan selanjutnya di bagian samping kanan dan kiri pendopo ada Bangsal tempat staf rumah tangga dan juga beberapa petugas Satpol PP untuk beristirahat.

Harga tiket masuk Loji Gandrung

Untuk harga tiket masuknya sendiri baik hari libur ataupun hari biasa yaitu anda hanya mengeluarkan uang sekitar Rp3.000 dan Loji gandrung buka pada jam 8 pagi selanjutnya tutup di jam 4 sore.

Lokasi Loji Gandrung

Untuk lokasi wisata sejarah yang ada di kota Solo ini loji Gandrung berada di Jalan Brigjend Slamet Riyadi, sriwedari, laweyan, kota Surakarta, jawa Tengah.

You may also like