Fakta Demo Hari Ini di Jakarta Yang Berujung Kericuhan

by Gozy Filhaq
Demo Hari Ini di Jakarta - IGmomendemoindonesia

BERITAKOTA.CO.ID – Fakta Demo Hari Ini di Jakarta Yang Berujung Kericuhan Seperti diketahui apabila mahasiswa sampai sekarang ini terus melakukan aksi demo untuk menentang RUU KUHP dan beberapa rancangan undang-undang yang menurut mahasiswa menjadi kontroversial. Sampai berita ini diturunkan, pada hari Senin 30 September 2019 kemarin kembali para mahasiswa melakukan aksi demo di sejumlah titik di mana demo hari ini di Jakarta berujung ricuh dengan aparat kepolisian, pada demo tersebut diikuti beberapa pihak mahasiswa dan beberapa anak sekolah yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Indonesia dan juga diikuti oleh kelompok buruh.

Demo hari ini di Jakarta yang diikuti sejumlah mahasiswa dan buruh merupakan demo lanjutan dari tanggal 23 sampai 24 September 2019 yang lalu dimana dalam demo tersebut terkuak beberapa fakta yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber, salah satunya ada beberapa tuntutan mahasiswa yang sampai saat ini belum disetujui oleh DPR dan juga pemerintah yang membuat aksi demo kembali bergulir sampai detik ini.

Fakta Demo Hari Ini di Jakarta Yang Berujung Kericuhan

Sedikitnya ada 5 fakta yang berhasil kami rangkum dari aksi demo hari ini di Jakarta dimana demo tersebut yang awalnya baik-baik saja, akan tetapi sangat disayangkan harus berujung kericuhan dengan aparat kepolisian.

Beberapa tuntutan mahasiswa

Dalam aksi demo hari ini di berbagai lokasi termasuk di Jakarta mahasiswa ternyata menuntut sebanyak 7 tuntutan yang sebelumnya sudah mereka ungkapkan kepada pihak DPR akan tetapi ada 1 poin terbaru yang ternyata dimasukkan oleh mahasiswa terkait teman-teman yang terluka dan meninggal dunia ketika aksi demonstrasi.

Seperti diungkapkan elang selaku kepala Departemen kajian strategis BEM UI dirinya menegaskan selain 7 tuntutan yang sudah disampaikan sebelumnya ada satu tuntutan lain yaitu teman-teman mahasiswa yang menjadi korban supaya bisa diselesaikan dengan tuntas.

Gedung DPR diamankan

Supaya ya bisa menghadapi aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dan juga buruh pihak kepolisian sudah melakukan sejumlah bentuk pengamanan mulai dari menempatkan kawat berduri sampai kendaraan taktis di mana Di depan gedung DPR yang ada di Jalan Gatot Subroto, terlihat sampai hari ini kawat berduri masih dipasang dan juga pihak kepolisian masih terus menjaga dengan sebanyak ribuan personel Kepolisian dan juga kendaraan taktis seperti di antaranya adalah barracuda dan water cannon yang disiapkan supaya bisa menjaga ketertiban saat berdemo.

Dari pengakuan Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono untuk mengamankan aksi demo yang dilakukan mahasiswa pada hari ini mereka mempersiapkan sebanyak 20500 personil Kepolisian terutama untuk menjaga gedung DPR.

Titik konsentrasi demo

Untuk demo hari ini di Jakarta titik konsentrasi berpusat di depan gedung DPR akan tetapi ada dari beberapa kelompok untuk berkumpul di beberapa titik namun kemudian mereka bergerak semuanya ke arah gedung DPR.

Lalu lintas langsung dialihkan

Beberapa massa demo mahasiswa terlihat berlarian menuju arah tol dalam kota dengan tujuan menghindari tembakan gas air mata yang dilepaskan oleh Polisi dimana kondisi tersebut membuat lalu lintas di tol langsung tersendat dimana akses tol dalam kota menuju Slipi langsung ditutup, kendaraan dari arah Cawang ke Slipi dialihkan dengan cara diputar balikkan di KM 8 jalan tol dalam kota. Selanjutnya Stasiun Palmerah ditutup sementara untuk perjalanan KRL dari dan Menuju Stasiun Tanah Abang sementara ini dihentikan.

Demo berakhir ricuh

Demo hari ini di Jakarta yang berpusat di gedung DPR yang terjadi pada tanggal 30 September 2019 Sangat disayangkan karena harus berakhir dengan kericuhan setelah massa pendemo melempari polisi dengan beberapa benda berbahaya dan peristiwa tersebut terjadi di beberapa titik di antaranya Jalan Tentara Pelajar, senayan gedung DPR, jalan Gatot Subroto, di dekat kantor TVRI dan selanjutnya di belakang BPK.

Pihak kepolisian langsung menembakkan gas air mata dengan tujuan bisa membubarkan aksi massa demo sehingga Tuhan pun tidak terbendung dimana seorang polisi terlihat mengalami luka di bagian kaki dan harus dievakuasi dan juga dari beberapa para pendemo ada yang terluka.

You may also like