Gedung Wajib Memiliki SLF, Simak Ulasan Berikut Ini Agar Makin Paham Mengenai SLF

by Tigin Pesa
Gedung Wajib Memiliki SLF, Simak Ulasan Berikut Ini Agar Makin Paham Mengenai SLF

Agar legal atau sah secara hukum negara, jelas suatu bangunan gedung harus memiliki kelengkapan sertifikat. Bahkan sebelum berdiri, calon bangunan gedung pun harus memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan atau yang lebih dikenal sebagai IMB. Setelah bangunan selesai dibangun, tahap selanjutnya yang perlu Anda lakukan sebagai pemilik atau pengembang gedung adalah membuatkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dari bangunan gedung tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai SLF. Berikut adalah beberapa hal dasar yang harus Anda ketahui tentang SLF.

Hal Dasar Mengenai SLF Wajib Diketahui

Sebelum mengurus SLF untuk bangunan gedung yang Anda miliki, mari terlebih dahulu simak ulasan berikut ini.

Definisi dari SLF

SLF adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah untuk bangunan gedung yang telah selesai dibanguni, serta telah memenuhi persyaratan kelayakan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung tersebut. jika suatu gedung tak memiliki SLF, maka bangunan gedung tersebut tak bisa beroperasi secara legal.

Klasifikasi dari SLF

Klasifikasi SLF dilakukan berdasarkan jenis dan luas bangunan, berikut rincian klasifikasi SLF bangunan gedung :

  • Kelas A, diperuntukan bagi bangunan non-rumah tinggal di atas delapan lantai
  • Kelas B, diperuntukan bagi bangunan non-rumah tinggal yang kurang dari delapan lantai
  • Kelas S, diperuntukan bagi bangunan rumah tinggal yang luasnya lebih atau sama dengan 100 meter per segi.
  • Kelas D, diperuntukan bagi bangunan rumah tinggal dengan luas kurang dari 100 meter persegi.

Pengajuan Pengurusan SLF Melalui Loket Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

Untuk Menerbitkan SLF Membutuhkan Beberapa Rekomendasi Dinas. Rekomendasi Dinas tersebut antara lain:

  • Dinas Tenaga Kerja
  • Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan
  • Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Bangunan Gedung Diatas Delapan Lantai dan / atau Diatas 5.000 Meter Per Segi, Maka Pengembang atau Pemilik Gedung Wajib Memenuhi Kewajiban yang Berlaku.

SLF Sementara Sebagai Pengganti SLF Definitif

Jika dalam pengajuan SLF terjadi sebuah kendala, maka dapat mengajukan pemohonan SLF Sementara terlebih dahulu. Tapi SLF Sementara hanya berlaku enam bulan.

Masa Berlaku SLF

SLF Bangunan non-rumah tinggal hanya berlaku sampai 5 tahun saja, sedangkan bangunan rumah tinggal berlaku sampai 10 tahun. Jika masa berlaku SLF habis, maka pemilik atau pengembang bangunan gedung bisa mengajukan perpanjangan SLF.

Dampak Tak Memiliki SLF

Dampak negatif yang dapat terjadi antara lain, pemilik atau pengembang bangunan gedung tidak dapat membuat Akta Jual Beli (AJB), tidak dapat membuka cabang bank di gedung tersebut, tidak dapat membuat Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS), dan tidak dapat memungut biaya perawatan gedung kepada pra penghuni.

Lengkapi Sertifikat Lainya Untuk Bangunan Gedung

Selain SLF, sebaiknya Anda juga harus melengkapi sertifikat lainya untuk bangunan gedung yang Anda miliki atau kembangkan. Seperti Sertifikat Hak Guan Bangunan (HGB) dan sertifikat lainya.

itulah hal daras yang harus Anda ketahui mengenai SLF. Bagi Anda yang ingin membuat SLF, maka Anda bisa menggunakan jasa pengurusan SLF yang terpercaya.

You may also like