Cari Tau Yuk ! Pakan Alami Untuk Ikan Lele Terbaik

by Tigin Pesa
Pakan Alami Untuk Ikan Lele

Ikan lele merupakan jenis ikan yang bisa dibilang paling populer untuk dibudidayakan, hal ini karena pertumbuhan ikan lele yang tergolong cepat. Selain itu daya tahan ikan yang satu ini juga dapat dikatakan sangat baik karena dapat hidup pada kondisi air yang buruk sekalipun.

Meskipun pada dasarnya secara genetika ikan lele mempunyai pertumbuhan yang cepat, namun hal ini juga harus ditunjang dengan pemberian pakan yang sesuai. Menurut panduan budidaya ikan lele secara tepat, tentu faktor pakan merupakan hal yang paling krusial yang harus dioptimalkan.

Jenis Pakan Lele

Secara umum pakan ikan lele dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Pelet

Pelet merupakan pakan ikan yang paling mudah untuk didapatkan dan memiliki banyak campuran bahan yang baik untuk dikonsumsi ikan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele maka pastikan Anda memberikan pelet baik jenis pelet terapung maupun tenggelam.

2. Makanan Alami

Selain pakan berupa pelet, untuk menunjang pertumbuhan ikan lele juga sebaiknya diberikan pakan alaminya. Selain dapat menunjang pertumbuhan ikan lele, pakan alami juga bisa digunakan untuk meminimalisir biaya pembelian pelet.

Jenis hewan kecil seperti cacing sutra, kutu air, jangkrik, jentik nyamuk, kelabang, ikan kecil, dll merupakan contoh pakan alami ikan lele. Ikan lele merupakan ikan pemakan segala sehingga Anda bisa memberikan pakan berupa hewan kecil. Namun pastikan hewan tersebut mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele.

Untuk memaksimalkan kualitas pakan lele, tentu kombinasi keduanya haruslah seimbang, tambahkan dengan probiotik lele GDM yang dapat meminimalisir angka kematian serta meningkatkan kualitas ikan lele.

Pakan Alternatif Lele

Selain jenis pakan tersebut, ikan lele juga dapat diberi jenis pakan alami lainnya yang dapat menunjang pertumbuhannya. Beberapa pakan alternatif lele lainnya adalah sebagai berikut :

1. Bekicot

Bekicot merupakan hewan yang sudah umum dijumpai di sekitar tempat tinggal kita, terlebih lagi ketika memasuki musim penghujan. Bahkan pada musim penghujan kita juga bisa menemukan telur-telur bekicot, telur ini bisa kita berikan kepada lele sebagai pakan alternatif. Bekicot yang mempunyai bau amis sangat disukai oleh lele, selain itu kandungan nutrisi dan gizinya juga baik untuk pertumbuhan ikan lele.

2. Maggot Lalat

Magot lalat disini bukan sembarang lalat, namun diambil dari jenis black soldier. Umumnya magot lalat baru tumbuh pada siklus tertentu. Pertumbuhan siklus magot ini bisa digunakan bile belum memasuki fase pupa berubah menjadi lalat. Kandungan pada magot terbilang cukup tinggi karena mencapai 40%, kandungan ini lebih tinggi dibandingkan pelet pabrikan yang kandungannya sekitar 20 – 25%.

3. Cacing

Seperti yang kita tahu, jenis pakan berupa cacing sangat disukai oleh berbagai jenis ikan termasuk ikan lele. Cacing mengandung protein sebanyak 70% di dalamnya, karena pakan alami berupa cacing sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele.

4. Tanaman dan Dedaunan

Anda juga dapat memberikan pakan berupa tanaman dan dedaunan untuk lele, tanaman air yang umumnya diberikan ke lele adalah azolla dan lompong. Selain itu jenis tanaman lain seperti daun singkong, daun pepaya, dll juga bisa Anda berikan. Bila Anda bingung apa itu tanaman azolla, sebenarnya nama lain tanaman ini adalah tanaman paku air. Tanaman ini hidup seperti enceng gondok yang tumbuh mengapung di perairan.

Sedangkan tanaman lompong tentu kita semua sudah tahu bukan, jenis tanaman ini merupakan pakan alami yang sudah familier. Karena mudah ditemukan dan didapatkan, lompong sering digunakan sebagai pakan alami untuk ikan lele.

Pakan Lele Organik

Terkadang harga pelet untuk ikan lele juga dapat naik, karenanya banyak peternak yang harus memutar otak untuk memangkas biaya pakan. Dari hal inilah banyak pembudidaya yang menemukan jenis pakan organik yang dapat dikatakan sama seperti pelet namun dengan harga yang lebih murah.

Pakan lele organik ini dibuat dengan cara memanfaatkan kotoran sapi atau kambing untuk dijadikan pelet organik atau pakan lele organik. Akan tetapi, sebelum bisa dijadikan pakan maka kotoran sapi dan kambing tersebut harus mengalami beberapa proses dan pengolahan lebih dulu. Dengan begitu kotoran tersebut baru bisa dijadikan pakan untuk menunjang pertumbuhan ikan lele.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara membuat pakan lele organik yang bisa Anda coba :

1. Siapkan Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pakan organik ini adalah :

  • kotoran kambing yang sudah dikeringkan selama seminggu / benar-benar kering
  • tabung
  • karung
  • satu liter EM-4
  • dua liter tetes tebu atau dua kg gula pasir
  • limbah sayuran
  • bekatul
  • 10 – 20 liter air

2. Siapkan Wadah

Wadah disini digunakan sebagai penampung kotoran kambing dan bahan lainnya dalam proses pembuatan pakan lele organik. Anda bisa menggunakan wadah seperti ember atau wadah besar lainnya yang sekiranya bisa menampung berbagai bahan tersebut.

3. Campurkan Gula Pasir, EM-4 dan air

Setelah wadah disiapkan kemudian campurkan tetesan tebu atau gula pasir, campuran ini dilarutkan bersama 1 liter air dan 20 ml EM 4. Diamkan campuran ini paling tidak selama 2 jam, dari campuran ini akan membantu pertumbuhan ikan lele dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

4. Campurkan Seluruh Bahan

Setelah campuran tersebut didiamkan maka selanjutkan masukan dan campurkan bahan lainnya seperti kotoran kambing, limbah sayuran dan bekatul. Aduklah campuran ini hingga tercampur secara merata.

5. Tutup Rapat Wadah

Setelah tercampur merata, tutup wadah secara rapat kemudian simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari.

6. Cara memberikan Pakan

Campuran diatas akan mengalami masa fermentasi selama 14 hari, hal ini agar bakteri pada kotoran kambing dapat diberikan dan baik untuk ikan lele. Patut diperhatikan disini bahwa pakan organik ini hanya boleh diberikan untuk lele dewasa saja dan bukan pada anakan lele. Pakan organik ini mempunyai manfaat sebagai berikut :

  • Menghemat pakan lele berupa pelet.
  • Tidak menggunakan bahan kimia.
  • Mengurangi presentase kematian ikan lele.
  • Menghemat biaya pemeliharaan dalam budidaya ikan lele.

Pakan Lele dengan Campuran Bekatul

Sama halnya dengan pakan organik yang sudah dibahas sebelumnya, kita juga bisa membuat pakan organik dengan bahan dasar dedak atau bekatul. Pakan ini umumnya diberikan untuk ayam, namun kita juga bisa memberikannya untuk ikan lele. Pembuatan pakan organik dari campuran bekatul bisa kita buat dengan cara :

  1. Siapkan pelet dan bekatur sebanyak 2,5 kg, garam 5 sendok makan, ikan asin ¼ kg, air sebanyak 5 liter dan minyak goreng secukupnya.
  2. Siapkan wadah yang berguna untuk mencampurkan semua bahan tersebut, Anda bisa menggunakan ember atau sejenisnya.
  3. Sebaiknya gunakan pelet dengan kandungan protein 20% untuk mempercepat pertumbuhan ikan.
  4. Tambahkan garam ke dalam campuran adonan pelet dan bekatul tadi, gunanya adalah untuk mengawetkan, serta menjaga nutrisibahan selama proses pembuatan pakan.
  5. Kemudian tambahkan ikan asin agar aroma pakan bisa ditingkatkan.
  6. Lalu tambahkan minyak goreng sayur agar aromanya lebih menyengat dan dauk hingga merata.
  7. Setelah semua bahan dicampur di dalam wadah, kemudian aduk sampai semua bahan rata dan menggumpal.
  8. Setelah adonan menggumpal, selanjutnya kukus adonan paling tidak selama 1 jam atau hingga adonan berwarna cokelat tua.
  9. Siapkan tempat / wadah untuk menyimpan adonan pakan tadi. Sebaiknya wadah digunakan mempunyai lubang kecil agar air dalam adonan bisa keluar dan adonan bisa kering dengan baik.
  10. Kemudian diamkan adonan tadi selama 24 jam, sebelum diberikan kepada ikan lele kamu.
  11. Cara memberikannya adalah dengan membuatnya bola bola atau bulatan kecil, seperti layaknya pelet, baru berikan 2 kali sehari pada lele.

You may also like