Mengintip Biaya Daftar Merek Dagang Terupdate di DJHKI

by Tigin Pesa
Biaya Daftar Merek Dagang

Anda tahu apa itu merek dagang? Merek dagang merupakan suatu identitas dari produk berupa barang atau jasa. Pentingnya  daftar merek dagang ini adalah nantinya akan memudahkan para konsumen untuk mengenal produk yang sedang anda jual. Bahkan merek ini yang akan disematkan pada produk sehingga lebih mudah merasuk dalam benak konsumen.

Sebagai identitas produk sekaligus representasi dari bisnis yang dijalankan, perkara satu ini tidak bisa dianggap sepele. Bayangkan saja jika anda menjalankan bisnis selama bertahun-tahun dengan menggunakan merek dagang yang akan dikenal luas oleh masyarakat. Tapi sayangnya, anda tidak mendaftarkan merek tersebut, karena merasa masyarakat sudah mengenalnya. Sebenarnya pendaftarannya sangatlah mudah. Berikut biaya daftarkan merek dagang terupdate.

Biaya Daftarkan Merek Dagang Terupdate di DJHKI

1. Daftar Secara Offline

Dengan melakukan pendaftaran merek dagang, tentunya akan membawa keuntungan bagi anda. Untuk cara daftar merek bisa dilakukan secara manual atau offline. Pertama-tama yang perlu dilakukan yaitu mengajukan permohonan kepada DJKI dengan melengkapi beberapa persyaratannya. Permohonan pendaftaran hak merek tersebut diajukan dalam 2 rangkap yang diketik dengan menggunakan bahasa Indonesia serta memakai formulir dari DJKI.

Formulir permohonan hak merek tersebut memuat sejumlah data seperti tanggal permohonan, nama lengkap, kewarganegaraan dan alamat pemohon. Jika menggunakan kuasa maka diisi nama lengkap dan alamat kuasa. Ada warna-warna juga apabila merek yang dimohonkan memakai sejumlah unsur warna. Dan yang terakhir nama negara dan tanggal permintaan pendaftaran merek pertama kali (jika diajukan dengan hak prioritas).

Untuk tarif pendaftaran hak merek sendiri ada dua yaitu UMKM dan umum. Daftar merek bagi UMKM dikenakan tarif pendaftarannya sekitar Rp. 600.000 sedangkan bagi masyarakat umum sebesar Rp. 2.000.000. Sementara tarif untuk perpanjangan jangka waktu perlindungan merek membutuhkan tarif sebesar Rp. 1.200.000 dan untuk tarif umum yaitu sebesar Rp. 2.500.000. Karena untuk perpanjangan ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan.

2. Daftar Secara Online

Mendaftarkan merek secara online merupakan terobosan terbaru yang dilakukan oleh DJKI. Tentunya dengan tujuan memudahkan anda untuk mendaftarkan merek. Caranya juga cukup mudah yaitu lakukan registrasi di akun merek.dgip.go.id, akun anda akan otomatis terdaftar. Kemudian anda harus melakukan aktivasi melalui link yang dikirim ke alamat e-mail yang anda daftarkan.

Daftar merek online yang kedua yaitu login ke akun yang telah didaftarkan tersebut, lalu anda bisa mengajukan permohonan/ ketika mengajukan permohonan maka anda akan diarahkan ke website simpaki.dgip.go.id untuk pemesanan kode billing atau nomor pembayaran. Sistem akan menerbitkan perintah pembayaran sesuai dengan data yang anda input. Pembayaran yang dilakukan maksimal satu hari setelah permohonan kode billing diajukan.

Lakukan pengisian data permohonan pendaftaran merek setelah anda melakukan pembayaran. Isi juga identitas anda sebagai pemohon dan merek yang akan anda daftarkan ke dalam sistem. Apabila proses pengisian data dan klasifikasi merek berjalan dengan lancar, anda tinggal menunggu pengecekan permohonan yang akan dilakukan oleh petugas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Tarif pendaftaran hak merek bagi UMKM sekitar Rp. 500.000, sedangkan bagi masyarakat umum sebesar Rp. 1.800.000. Sementara tarif untuk perpanjangan jangka waktu perlindungan merek juga akan berbeda. Dalam jangka waktu 6 bulan sebelum atau sampai berakhirnya perlindungan merek, bagi UMKM sebesar Rp. 1.000.000 dan untuk tarif umum sebesar Rp. 2.250.000.

Besaran-besaran tarif pendaftaran hak merek yang dijelaskan diatas tersebut berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019. Tarif-tarif tersebut termasuk dalam kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan begitu, bagi anda yang ingin mendaftarkan brand anda agar paten dan legal, anda bisa mempersiapkan dana untuk mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

You may also like