Pengolahan Limbah B3 dan Jenis-Jenisnya Secara Lengkap

by cs_hardiayan
4PENGO~1

Limbah B3 adalah semua bahan sisa atau limbah dalam suatu kegiatan produksi yang memiliki kandungan zat yang berbahaya serta beracun (B3). Bahan-bahan sisa produksi ini mempunyai sifat racun atau toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity.

Kemudian, bahan yang berbahaya ini memiliki konsentrasi atau jumlah yang secara langsung atau tidak langsung dapat merusak serta mencemari lingkungan. Bahkan, bahan-bahan dari limbah ini akan membahayakan kelangsungan hidup manusia.

Pengolahan Limbah B3

Pengolahan limbah memang perlu penanganan yang serius. Hal ini sangat bergantung terhadap pengolahan atau pengangkutan limbah tersebut. Kemudian dapat menjadi hal penting dalam menjaga kehidupan, baik lingkungan maupun kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Untuk pengolahan yang lebih baik dan aman, dapat meminta bantuan dari jasa pengolahan limbah B3. Terdapat dua jenis pengolahan limbah, yakni secara kimia dan secara fisik. Keduanya harus sesuai dengan standar yang tepat demi menghindari pencemaran lingkungan.

Untuk pengolahan melalui kimia yakni dapat berupa reduksi-oksidasi, elektrolisis, netralisasi, pengendapan (presipitasi), stabilisasi, absorbsi, penukaran ion hingga pirolisis.

Kemudian, untuk pengolahan secara fisik yakni berupa pembersihan gas, pemisahan antara padatan dengan cairan, dan penyisihan komponen yang lebih spesifik.

Untuk proses pembersihan gas meliputi elektrostatik presipitator, penyaringan partikel, adsorpsi menggunakan karbon aktif, dan wet scrubbing.

Lalu, untuk proses pemisahan padatan dengan cairan yakni meliputi klasifikasi, sentrifugasi, koagulasi, filtrasi, flokulasi, sedimentasi, serta thickening. Sedangkan untuk penyisihan komponen yang spesifik meliputi adsorpsi, kristalisasi, dialisa, e leaching, elektrodialisis, reverse osmosis, stripping, dan solvent extraction.

Jenis Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)

Limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) biasanya berasal dari kegiatan industri. Akan tetapi, limbah semacam ini dapat berasal dari limbah rumah tangga. Sementara itu, jenis limbah dapat dibedakan melalui 3 jenis, diantaranya adalah:

Limbah dari Sumber Spesifik

Limbah dari sumber spesifik adalah jenis limbah yang berasal dari kegiatan industri. Contohnya ialah pelarut terhalogenasi. Misalnya klorobenzena serta metilen klorida.

Limbah jenis ini pun masih terbagi atas dua jenis, yaitu spesifik umum seperti limbah karbon dan katalis bekas dari pabrik pupuk. Lalu limbah spesifik khusus seperti slag nikel, copper slag sludge IPAL, dan slag timah putih.

Limbah dari Sumber Tidak Spesifik

Seperti dengan limbah B3 dari sumber spesifik, limbah jenis ini merupakan sisa bahan yang berbahaya dan beracun yang juga berasal dari aktivitas industri.

Akan tetapi, bukan berasal dari aktivitas utama industri tersebut, melainkan dari aktivitas sampingan seperti pemeliharaan alat, pengemasan, pencucian, pelarutan kerak dan masih banyak lagi.

Kandungan limbah jenis ini yang tidak jelas dari mana sumbernya, lalu juga yang belum diketahui kandungan racun di dalamnya, dapat masuk ke dalam jenis limbah sumber tidak spesifik.

Limbah dari B3 yang kadaluarsa, Bekas kemasan B3 dan Tumpah

Perlu kita ketahui, limbah ini juga mempunyai masa kadaluarsa. Limbah yang telah kadaluarsa ini juga merupakan limbah yang berbahaya. Tetapi, karakternya berbeda, limbah ini dipisahkan dalam kategori sendiri.

Limbah yang tumpah atau bekas kemasan B3 juga masuk ke dalam jenis limbah ini. Contoh yang dapat diambil adalah limbah yang berasal dari tembaga sianida, endrin, gas flour, karbon disulfida, beserta barium sianida.

Walaupun banyak sekali limbah yang termasuk ke dalam kategori berbahaya yang berasal dari kegiatan industri, beberapa limbah juga dapat berasal dari kegiatan rumah tangga. Misalnya bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, dan juga deterjen pakaian.

Anda dapat meminta bantuan perusahaan pengolahan limbah B3 di Jakarta untuk mendapatkan hasil olahan yang lebih aman. Karena, pengolahan limbah industri lebih rumit dibandingkan dengan limbah rumah tangga. Hal tersebut karena jumlahnya yang cenderung lebih banyak.

 

You may also like