Mengapa Anda Harus Tahu Apa itu IPv6? Ini Dia Alasannya

by Tigin Pesa
Mengapa Anda Harus Tahu Apa itu IPv6? Ini Dia Alasannya

Deskripsi: Apa itu IPv6? IPv6 atau Internet Protocol Version 6 adalah protokol dengan sistem yang memungkinkan komunikasi ditransfer melewati jaringan.

Mengapa Anda Harus Tahu Apa itu IPv6? Ini Dia Alasannya

Sumber: freepik.com

IPv6 merupakan pengganti dari IPv4. Protokol yang dikembangkan oleh IETF atau Engineering Task Force ini dibuat sebagai pengganti Ipv4 yang dianggap terlalu dibatasi.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai apa itu IPv6, sebaiknya Anda ketahui dulu apa itu IP address. IP address merupakan deretan angka yang berfungsi sebagai identitas sebuah perangkat di Internet. Deretan angka pada IP address biasanya antara 32 bit hingga 128 bit.

IP address merupakan komponen penting sebagai penghubung antara satu perangkat dengan perangkat lainnya untuk berkomunikasi satu sama lain.  Panjang IP address akan berpengaruh pada pemakaian IPv.

Misalnya IP address dengan panjang 32 bit biasanya menggunakan IPv4, sedangkan panjang IP adress 128  bit bisaa menggunakan IPv6.

Apa itu IPv6?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, IPv6 adalah IP address dengan 128 bit. Penggunaan IPv6 ini semakin banyak, bahkan meningkat setiap tahunnya. Dengan kebutuhan yang semakin meningkat, tak perlu takut kehabisan IP address.

Perbedaan IPv6 dan IPv4 juga terdapat pada struktur pembangunnya. IPv4 tersusun dalam 4 blok dengan masing-masing 8 bits. Sementara pada IPv6, tersusun dalam 8 blok dengan masing-masing 16 bits.

Contoh IPv6 adalah 2001 :cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652.

Dalam penulisannya, Anda bisa meringkas apabila ada angka nol di depannya. . Hal ini biasanya disebut dengan istilah zeroes.

Jika ada angka nol lebih dari satu, Anda bisa meringkasnya dengan double colons. Seperti contoh di atas, angka bisa diringkas menjadi 2001:cdba::3257:9652.

Pada IPv6, penulisannya dibagi menjadi Network prefix dengan interface ID. Apa itu Network Prefix? Network prefix adalah alamat yang diberikan oleh Regional Internet Registry atau RIP. Sementara Interface ID adalah alamat yang ada pada sisi host atau perangkat dalam suatu jaringan.

IPv6 memiliki dua bagian dengan masing-masing ukuran yang berbeda, yaitu paket header dan paket payload.

Ukuran paket header terdiri dari 40 okter (320 bit) dengan isi berupa Versi 4 bit, traffic class 8 bit, label flow 20 bit, panjang payload 16 bit, header 8 bit, batas HOP 8 bit, alamat tujuan 128 bit, dan alamat asal 128 bit.

Sementara ukuran panjang Payload adalah 166 bit dan bisa membawa payload maksimal 65535 oktet.

Distribusi IP address secara umum yang akan dikelola oleh IPv, baik IPv4 maupun IPv6 dikelola oleh badan organisasi bernama IANA (Internet Assigned Number Authority). Badan organisasi ini bertanggungjawab untuk memberikan tugas pengaturan aplikasi alamat IP dan DNS pada lembaga regional.

Lalu apa kelebihan dan kekurangan IPv6 dibanding IPv4? Simak pembahasan pada artikel berikut ini.

KELEBIHAN

  1. Lebih cepat

IPv6 lebih cepat dibanding IPv4 karena tidak bergantung dengan NAT (Network-Address Translation) yang membuat proses transfer data lebih cepat.

  1. Lebih aman

IPv6 memiliki kemampuan enkripsi yang membuat proses pertukaran data lebih aman. IPv6 juga lebih siap menghadapi serangan ke ARP (Address Resolution Protocol) yang bisa memanipulasi traffic.

  1. Lebih efektif

Ukuran routing table yang lebih sedikit dibanding IPv4, membuat proses routing pada IPv6 lebih rapi dan efektif.

  1. Cocok untuk Mobile

Koneksi yang digunakan pada perangkat mobile dinilai lebih cepat karena tidak perlu melewati NAT. Sehingga IPv6 lebih cocok digunakan untuk perangkat mobile.

  1. Bandwidth Lebih Hemat

IPv6 mendukung multicast yang membuat penggunaan bandwidth lebih hemat. Pertukaran data pada bandwidth yang rakus akan dikirim ke berbagai tujuan dalam waktu bersamaan.

  1. Konfigurasi lebih mudah

IP address akan berjalan secara otomatis sehingga menjadi lebih mudah dan praktis.

KEKURANGAN

  1. Belum optimalnya kompatibilitas

Dukungan infrastruktur dan jaringan IPv6 masih belum menyeluruh, karena kebanyakan perangkat pengguna internet masih menggunakan IPv4.

  1. Peralihan tren yang lambat

Meskipun IPv6 sudah dikenal sejak 1995, tetapi penggunaan IPv6 baru mencapai 35% saja di dunia.

Kelebihan yang dimiliki IPv6 ini membuat jasa penyedia hosting hingga perusahaan-perusahaan teknologi menggunakan IPv6. IPv6 tidak hanya bisa digunakan bagi profesional, melainkan juga bagi pengguna umum.

Lalu seberapa perlukah Anda menggunakan IPv6 untuk website Anda? Anda bisa mendapat jawaban sesuai kebutuhan. Pastikan layanan hosting Anda mendukung penggunaan IPv6, seperti domainesia.

Domainesia merupakan web hosting ipv 6 terbaik di Indoensia yang memberikan layanan terbaik untuk Anda. dengan 100% Enterprise SSD yang membuat performa website Anda secepat kilat, backup cloud harian akan menjamin keamanan data penting Anda.

Selain itu, domainesia memberikan fitur eksklusif untuk membuat website dengan mudah dan cepat. Jangan ragu menggunakan jasa hosting murah dari domainesia, karena kepuasaan Anda sebagai klien merupakan prioritas dengan garansi uang kembali.

Tertarik dengan penawarannya? Anda bisa melakukan pembelian minimal hosting Super 1 tahun dan dapatkan gratis domain dengan SSL. Tak hanya itu saja, Anda bisa memilih lokasi server, baik di Indonesia, Singapura, Jepang, Inggris, dan Amerika.

Layanan terbaik dari domainesia bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau. Harga domain mulai dari Rp98.000 untuk 1 tahun, atau hosting super dengan harga Rp32.000 per bulan. Anda juga bisa mendapat layanan lain yang tidak kalah kerennya.

Domainesia memprioritaskan layanan terbaik untuk kliennya. Kunjungi website domainesia.com dan dapatkan infromasi lebih detail mengenai layanan yang ingin Anda dapatkan. Domainesia akan membantu Anda mewujudkan website dengan nama domain Anda sendiri.

Sudahkah Anda paham apa itu IPv6 dan seberapa penting untuk website Anda? Pastikan Anda benar-benar paham dan memilih layanan hosting yang tepat seperti domainesia.

You may also like